Sistem Pakar untuk Audit Pengadaan Barang Jasa (Introduction)

Artikel Penting | Catatan Pengalaman | Tulisan Bebas - Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sudah merambah ke berbagai bidang. Sebagian besar implementasi AI ini mungkin lebih banyak pada bidang teknik dan aplikasi, dimana tingkat kepintaran mesin yang dimaksimalkan untuk membantu bekerja layaknya manusia. Cabang Ilmu kecerdasan buatan itu sendiri menurut Kusumadewi, 2003 dibagi menjadi beberapa kelompok bidang yaitu Sistem Pakar (Expert System), Pengelohan Bahasa Alami (Natural Language Processing), Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), Robotika dan Sistem Sensor (Robotic & Sensory Sistem), Computer Vision, Intelligent Computer-aided Instruction, dan Game Playing.
Dari semua kelompok tersebut, semua dikembangkan sesuai dengan kesesuaian penggunaannya dalam membantu pekerjaan manusia. Mesin pencari google dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan untuk memahami pencarian keyword seseorang di kotak pencarian. Selain itu, saat ini sudah mulai berkembang CS/Customer Service 24 jam yang bekerja otomatis menjawab keluhan dan kotak masukan pengguna. CS robot ini (Botman) pada dasarnya hanya kumpulan pengetahuan yang dikumpulkan yaitu pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan pengguna digabungkan dengan algoritma komputer untuk mencari kata kunci yang ditanyakan dan mencocokkan dengan library tadi, sehingga bisa menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. 

Sebagai seorang pelajar, itu juga yang saya pikirkan dalam menyusun skripsi. Kalau penggunaan AI sudah banyak dibuat pada bidang teknik berupa produk robotik ataupun aplikasi-aplikasi, mengapa tidak ada yang mengembangkan dalam keilmuan yang lain? saya sendiri sejak awal kuliah sudah menjurus ke bidang akuntansi, dan auditing meski memiliki minat di bidang IT. Setelah melakukan penelurusan singkat di internet, saya kemudian tertarik untuk memperdalam salah satu cabang ilmu kecerdasan buatan yaitu Sistem Pakar. 

Sistem pakar adalah salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah secara normal yang memerlukan keahlian manusia. Sistem pakar memungkinkan user untuk melakukan konsultasi layaknya dengan pakar manusia karena adanya database pengetahuan/kepakaran yang disimpan dalam komputer.
Model Sistem Pakar
Dari gambar di atas, Turban, membagi sistem pakar dalam dua lingkungan, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi (runtime). Lingkungan pengembangan digunakan oleh pembuat sistem pakar (Expert System builder) untuk membangun komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh user nonpakar untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Lingkungan ini dapat dipisahkan setelah sistem lengkap.

Dengan penelurusan tersebut saya berusaha menggabungkan ilmu AI dalam lingkup sistem pakar dengan kegiatan auditing lebih khusus pada proses pengadaan barang jasa. Dalam penyusunan skripsi, saya melakukan tahapan pengembangan sistem dengan metode Prototyping yaitu pengembangan sistem untuk menggambarkan fungsi aplikasi secara utuh tanpa mempertimbangkan kualitas dari segi dokumentasi, kualitas program yang ditulis, dan hal pendukung lainnya. Intinya bagaimana fungsi utama aplikasi dapat terwujud terlebih dahulu. Secara rinci pengembangan sistem pakar untuk audit pengadaan barang jasa ini memerlukan komponen utama sebagai berikut:
  1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base), dapat diambil dari berbagai sumber antara lain, buku, majalah, peraturan, dan yang paling penting orang yang pakar dalam bidangnya.
  2. Mesin Inferensi (Inference Engine) merupakan lingkungan pengembangan untuk mengoperasikan sistem pakar. Dalam hal ini sistem pakar dibangun web based dengan bahasa pemgograman PHP.
  3. Basis Data (Data Base), merupakan media penyimpanan pengetahuan pakar dan inputan pengguna yang akan dilakukan analisa sesuai kepakaran sistem.
  4. Antarmuka Pemakai (User Interface), merupakan tampilan pengguna yang akan menghubungkan logika sistem, inputan pengguna dan output yang dihasilkan.
  5. Proses Akuisisi Pengetahuan, yaitu proses untuk mengakuisisi pengetahuan dari sumber-sumber yang telah dikumpulkan baik dari buku, peraturan maupun ilmu dari seorang pakar.
Komponen pendukung lainnya yang digunakan dalam pengembangan sistem pakar yaitu Workplace, Fasilitas Penjelas dan Perbaikan pengetahuan. Workplace yaitu media untuk menyimpan hasil atau output analisis dari sistem pakar. Fasilitas penjelas yaitu suatu fungsi untuk memberikan output penjelasan atas hasil analisis yang diberikan sistem pakar sehingga pengguna awam memahami alur pikir seorang pakar. Perbaikan pengetahuan digunakan untuk melakukan pembaruan terhadap ilmu yang telah dimasukkan ke dalam sistem pakar.

Pada postingan selanjutnya akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana pengembangan sistem pakar untuk audit pengadaan barang jasa KKKS terhadap pedoman tata kerja pengelolaan rantai suplai SKK Migas dibangun, sesuai dengan skripsi saya. Bagi yang ingin melihat Aplikasi Sistem Pakar ini dapat mengunjungi alamat http://www.sistempakar.16mb.com

Terima kasih, stay uptodate...
Temukan artikel ini juga di https://medium.com/mahasiswaonline/sistem-pakar-untuk-audit-pengadaan-barang-jasa-introduction-cb50b55998a1
Sistem Pakar untuk Audit Pengadaan Barang Jasa (Introduction) Sistem Pakar untuk Audit Pengadaan Barang Jasa (Introduction) Reviewed by lydia on November 12, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.